Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

23 Januari

23 Januari tahun lalu aku sempat menuliskan sesuatu untuk ayahku. Tentang bagaimana selama 61 tahun ia hidup. Bagaimana ia menikmati masa mudanya sampai bertemu dengan ibuku. Tapi, karena aku mengalami writerblock, jadi aku memutuskan untuk tidak mempublikasikannya. Tapi akan aku tulis ulang dengan lebih baik lagi. Harusnya, hari ini adalah hari bahagia ayahku, karena ia berulang tahun ke-62 tahun. Tapi, sepertinya Tuhan lebih mencintai ayahku dibanding aku dan kakakku sebagai anaknya. Jujur ini adalah salah satu patah hati terberatku setelah kepergian ibuku. Aku mencintai ayahku lebih dari mencintai diriku sendiri. Layaknya anak-anak yang lain yang menjadikan ayahnya sebagai cinta pertamanya, akupun begitu. Ayahku adalah cinta pertamaku. Ia adalah ayah terbaik untukku. Ia mengajariku tentang banyak hal, terutama tentang hidup. Dulu, disaat anak-anak lain kebanyakan diambilkan rapotnya oleh ibunya, ayahku dengan gagah berjalan kearah kelasku untuk mengambil rapotku. Aku tidak pernah ma...

Postingan Terbaru

Dia adalah Pacarku.

Surat Terbuka untuk Ibu dan Bapak.

Besok, kita pergi makan.

Sebelas;

Dirgahayu Tanpa Ibu.

Selamat hari Ayah, Yah.

Apapun Untukmu.

Selamat Bertambah Usia, Pak.

Waktuku.

Kisah Tak Sempurna.