Semesta
Semesta kini sudah dalam keadaan yang sangat rapuh..
Bagaimana tidak?
Semesta sudah terlalu di penuhi dengan manusia manusia yang tak kenal malu.
Semesta telah penuh dengan manusia manusia yang munafik, dengan manusia yang hanya berucap hingga mulut berbusa namun tak pernah ada hasil.
Semesta dipenuhi dengan gaya manusia yang hanya suka bermain dengan janji. Entah itu benar benar janji atau hanya sekedar janji.
Semesta semakin rapuh dengan adanya rasa tak saling menghormati antar manusia.
Apakah semesta diciptakan untuk menghancurkan manusia?
Apakah semesta memang di peruntukkan untuk manusia yang semacam itu?
Bukannya aku sok tau, ini yang aku rasakan saat ini.
Dahulu, menurutku memang ada beberapa manusia yang sifatnya hampir sama seperti itu.. Namun, mengapa semakin berkembangnya zaman semakin berkembang pula rasa tak kenal malu?
Apa sekarang banyak yang telah menjual rasa malunya hanya demi sebuah pamor?
Oh semesta, kau tak salah, aku juga tak menyalahkanmu. Manusia lah yang salah.
Tak pernah paham dengan jalan pikirannya sendiri.
Hanya melihat dunia luar tanpa melihat apakah itu baik atau tidak.
Manusia hanya dibutakan dengan harta, tahta, dan pamor. Bukan harta, tahta, dan wanita.
Itu dulu, sekarang?
Kamu juga pasti tahu bagaimana jawabannya ketika kamu bisa melihat dari sudut pandang yang benar.
Salam,
Bagaimana tidak?
Semesta sudah terlalu di penuhi dengan manusia manusia yang tak kenal malu.
Semesta telah penuh dengan manusia manusia yang munafik, dengan manusia yang hanya berucap hingga mulut berbusa namun tak pernah ada hasil.
Semesta dipenuhi dengan gaya manusia yang hanya suka bermain dengan janji. Entah itu benar benar janji atau hanya sekedar janji.
Semesta semakin rapuh dengan adanya rasa tak saling menghormati antar manusia.
Apakah semesta diciptakan untuk menghancurkan manusia?
Apakah semesta memang di peruntukkan untuk manusia yang semacam itu?
Bukannya aku sok tau, ini yang aku rasakan saat ini.
Dahulu, menurutku memang ada beberapa manusia yang sifatnya hampir sama seperti itu.. Namun, mengapa semakin berkembangnya zaman semakin berkembang pula rasa tak kenal malu?
Apa sekarang banyak yang telah menjual rasa malunya hanya demi sebuah pamor?
Oh semesta, kau tak salah, aku juga tak menyalahkanmu. Manusia lah yang salah.
Tak pernah paham dengan jalan pikirannya sendiri.
Hanya melihat dunia luar tanpa melihat apakah itu baik atau tidak.
Manusia hanya dibutakan dengan harta, tahta, dan pamor. Bukan harta, tahta, dan wanita.
Itu dulu, sekarang?
Kamu juga pasti tahu bagaimana jawabannya ketika kamu bisa melihat dari sudut pandang yang benar.
Salam,

Komentar
Posting Komentar